Sakit adalah Pelebur Dosa, Benarkah?

0
2049
sakit adalah pelebur dosa
sumber image: associationsnow.com

Sobat Cahaya Islam tentu hampir semua pernah berkunjung ke rumah sakit. Entah itu mengunjungi orang atau kita sendiri yang sakit. Pernahkah memperhatikan, berapa banyak pasien dirumah sakit yang tampak bahagia? Kalaupun ada, rasanya cukup jarang. Masih kalah dengan pasien yang tampak merasa kesusahan dengan penyakitnya. Bahkan ada juga orang yang akibat tidak bisa menanggung kesakitan sampai mengatakan ingin mati saja! Kalau sudah begitu kita jadi bertanya- tanya, apa betul sakit adalah pelebur dosa? Mengapa masih ada yang malah tidak senang ketika dosa-dosanya dilebur dan diangkat derajatnya?

Sakit adalah pelebur dosa

Mungkin ada yang pernah mendengar hadist yang mengatakan bahwa orang yang tertusuk duri, maka akan dihapus dosanya. Kalau sakit yang ringan saja dosa kita dihapuskan, apalagi ketika ada sakit yang membuat kita sangat kepayahan, dosa-dosa kita akan semakin banyak yang terhapus. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW 

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً

“Tidak ada satupun musibah (cobaan) yg menimpa seorang muslim berupa duri atau yg semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya.” [HR.Muslim]

 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

 

Maka tidak heran ketika Nabi Ayyub dicoba Allah dengan sakitkulit bertahun-tahun lamanya, beliau lebih memilih bersabar ketimbang memohon kepada Allah untuk mengangkat penyakitnya.

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلَا تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaih-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Shad: 44)

 

Apa yang harus dilakukan ketika sakit

  1. Sabar dan menerimanya dengan lapang dada

Karena kita sudah mengetahui bahwasanya sakit adalah pelebur dosa, maka terima saja proses “pengguguran dosa” ini dengan lapang dada. Suruhan untuk sabar mungkin terdengar klise, dan memang tidak gampang, apalagi kalau sakitnya berat seperti kanker. Ya, mau bagaimana lagi, karena hadiahnya saja surga. Kalau gampang mungkin hadiahnya cuma piring cantik 😉

  1. Jadikan moment untuk instrospeksi

Ketika kondisi badan sehat, bisa jadi waktu kita habis untuk mengurusi kesibukan kita yang tidak ada habisnya itu. Tidak ada waktu untuk merenung, berdzikir dengan khusyu, yang biasanya sehari-hari kita lakukan sambil lalu karena diburu aktivitas yang segudang! Jadi manfaatkan moment sakit ini untuk mendekatkan diri kita sedekat-dekatnya dengan Sang Pencipta kita.

  1. Nikmatilah!

Mungkin ini poin paling sulit, bagimana bisa seseorang yang sedang sakit malah disuruh menikmati? Tapi nyatanya, bisa. Coba kita ubah sudut pandang kita. Misalkan, sakit menyebabkan kita harus dirawat di rumah sakit. Anggap saja kita sedang berlibur di hotel dimana semua kebutuhan kita dilayani. Manfaatkan sakit ini untuk kita rehat sejenak dari bisingnya kehidupan. Baca novel kesukaan kita. Atau coba jalin kembali komunikasi dengan teman-teman lama yang mungkin sudah lama tidak bersua.

Jika sakit kita teramat parah bagaimana?  Coba pikirkan kondisi neraka dan siksaaan yang ada di dalamnya. Apakah penderitaan  kita saat ini lebih menyakitkan daripada itu? Seharusnya kita bersyukur karena diberi kesempatan untuk menggugurkan dosa-dosa kita

Karena, bahkan dalam beberapa riwayat, di akhirat nanti ada orang yang menyesal, mengapa ketika di dunia dia tidak dicoba sakit parah saja.

Orang-orang yang sehat saat melihat pahala yang diberikan kepada ahlul bala’ (banyak dapat musibah) nanti di hari kiamat berkeinginan kalau saja kulit-kulit mereka dipotong dengan gunting saat di dunia.” (HR. al-Tirmidzi dan dihassankan Syaikh Al-Albani)

Lebih lengkap mengenai kecemburuan di akhirat terhadap pahala orang yang banyak mendapat cobaan di dunia dapat di baca disini.

  1. Perbanyak berdoa

Diantara doa yang mustajab adalah doa yang dipanjatkan dari seseorang ketika dalam kondisi lemah, kepepet, terdesak, yang sangat membutuhkan pertolongan dari Allah. Karena itu, doa mereka yang sedang sakit lebih mustajab dibandingkan doa mereka yang sehat dan dalam keadaan longgor. Allah berfirman,

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ

Siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.. (QS. An-Naml: 62)

Demikianlah sobat Cahaya Islam, semoga keyakinan bahwa sakit adalah pelebur dosa, bisa menambah kesabaran kita ketika sedang diberi cobaan berupa penyakit oleh Allah SWT.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!