Benarkah Membaca Ayat Seribu Dinar Bisa Cepat Kaya?

0
5456

Banyak orang di dunia ini yang mengeluhkan tentang kekurangannya dalam hal materi. Mereka ingin menjadi orang kaya seperti kebanyakan orang pada umunya. Namun, kadang  hal tersebut terhambat karena banyak faktor. Mereka sudah berusaha bekerja keras namun masih saja kekurangan.

Bahkan parahnya, ada yang mencoba peruntungan dengan menggunakan jimat atau melakukan kemusyrikan untuk mendapatkan kekayaan. Daripada mencari kekayaan dengan jimat yang dalam Islam dilarang, lebih baik anda mengenal ayat seribu dinar. Namun benarkah ada ayat yang bila dibaca bisa membuat kita menjadi kaya?

Ayat yang Mana sih yang disebut ayat 1000 dinar itu?

Menurut beberapa sumber yang telah tim Cahayaislam tanyakan menjelaskan bahwa amalan ayat seribu dinar ini bermula pada cerita seseorang yang bermimpi bertemu nabi Khidir yang menyuruh membacaca surat At-Thalaq ayat 2-3 dengan hitungan tertentu agar terhindar dari bencana. Setelah mengamalkan apa yang dimimpikannya, ia pergi berlayar.

Namun musibah menimpanya saat ada ombah menerjang kapalnya. Ajaibnya, orang tersebut menjadi satu-satunya penumpang yang selamat dan terdampar di sebuah pulau lengkap dengan seluruh hartanya. Semenjak itulah terdengar santer dan menjadi legenda hingga saat ini. Bahkan surat At-Thalaq ayat 2-3 sering diajarkan oleh banyak ulama untuk mempermudah rezeki. Itulah kenapa ayat tersebut dikenal sebagai ayat seribu dinar. Ayat tersebut berbunyi:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

Bagaimana orang-orang yang mempercayai kecesplengan ayat 1000 dinar mengamalkannya?

Menurut beberapa orang yang telah tim Cahayaislam tanyai. Ada beberapa cara untuk mengamalkan ayat seribu dinar. (1) silahkan baca surat Al-Fatihah di malam pertama tiap bulan berdasarkan tahun Hijriyah sebanyak 1.000 kali. Setelah itu, baca juga surat Al-Maidah ayat 114 serta Surat At-Thalaq ayat 2-3 sebanyak masing-masing 21 kali.

Kemudian, bacalah “Allahumma inni as-aluka bismika, yaa razzaaqu, yaa fattaahu, yaa wahhaabu, yaa ghaniyyu, yaa mughniyyu, yaa baasith”. Terakhir, setelah membaca asma-asma Allah tersebut, berdoalah minta dimudahkan rezeki. Amalkan ayat pendatang rezeki tersebut rutin setiap bulan dan Allah akan memberi rezeki yang berlipat.

Cara yang kedua memiliki tujuan yang berbeda yaitu sebagai amalan keselamatan dari marabahaya. Menurut penyaksian beberapa orang surat At-Thalaq ayat 2-3 bisa digunakan untuk mendapatkan pertolongan Allah dari bahaya yang mengancam.

Jadi, jika kamu merasa dalam bahaya, misalnya bahaya bencana alam atau bahaya dari orang lain, bisa baca ayat-ayat tersebut. Tidak dijelaskan berapa kali kita harus membacaya ayat seribu dinar tersebut. Jadi, semakin sering kita membacanya, semakin baik tentunya.

Cara ketiga adalah dengan membaca ayat seribu dinar tersebut 1.000 kali dalam sehari atau semalam. Ini bisa dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya, kamu bisa membaca ayat-ayat tersebut dalam sekali duduk di malam hari. Selain itu, kamu juga bisa membacanya setiap sehabis sholat fardhu 5 waktu masing-masing 200 kali. Dan masih banyak cara-cara yang lainnya.

Analisa Tentang ayat 1000 dinar

Setelah mondar-mandir kesana kemari bertanya kepada banyak sumber serta mengkaji dan mencari sumber-sumber yang bisa dijadikan landasan kuat akan fenomena ayat 1000 dinar ini. Sayangnya tim Cahayaislam tidak menemukan landasan kuat yang bisa dijadikan sumber kuat untuk pengamalan ayat 1000 dinar ini.

وَحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، جَمِيعًا عَنْ أَبِي عَامِرٍ، قَالَ عَبْدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ الزُّهْرِيُّ، عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ سَأَلْتُ الْقَاسِمَ بْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ رَجُلٍ، لَهُ ثَلاَثَةُ مَسَاكِنَ فَأَوْصَى بِثُلُثِ كُلِّ مَسْكَنٍ مِنْهَا قَالَ يُجْمَعُ ذَلِكَ كُلُّهُ فِي مَسْكَنٍ وَاحِدٍ ثُمَّ قَالَ أَخْبَرَتْنِي عَائِشَةُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Barang siapa beramal suatu amalan yang tidak ada atasnya perkaraku (sunnah/ketentuan dariku Rasulullah) maka amalan tersebut akan ditolak

Bahkan perihal pengamalan dan asal muasal dari adanya legenda ayat 1000 dinar ini banyak ditolak mentah oleh para ulama besar dengan 4 alasan: (1) Nama ayat seribu dinar tidak memiliki petunjuk apapun dalam sunnah Rasulullah, (2) Adanya waktu tertentu dalam pengamalannya, (3) Adanya jumlah tertentu yang memberatkan dalam pengamalannya, (4) Banyak orang yang menjadikannya sebagai jimat.

Para ulama besar menyatakan bahwa dengan banyaknya orang yang mengamalkan amalan ini, ditakutkan kalau surat A-Thalaq ayat 2-3 dianggap sebagai jimat. Bila dipercaya mentah-mentah, maka walhasil akan banyak orang yang bermalas-malasan untuk bekerja dan hanya terus-terusan membaca ayat ini (dan tidak membaca ayat Al Quran yang lain) dengan kepercayaan Allah akan menjatuhkan harta yang banyak kepada mereka.

Hal ini benar-benar kontras dengan firman Allah bahwa Dia tidak akan mengubah nasib hambanya bila hambanya tersebut tidak berusaha untuk mengubahnya sendiri (Surat Ar-Ra’d 11).

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ

Seharusnya dengan adanya surat tersebut dan kita perhatikan isi dari ayat-ayat tersebut, sebenarnya kunci dari rezeki yang diberikan kepada Allah ada pada ketaqwaan kita. Jadi, esensi dari ayat seribu dinar ini adalah memberikan petuah bahwa kita harus menjadi pribadi yang benar-benar bertaqwa kepada Allah, bukan hanya mengamalkan 2 ayat tersebut untuk memperoleh kekayaan.

Sobat Cahayaislam yang dirahmati Allah, sebenarnya kunci inti untuk memperoleh kekayaan adalah dengan menjadi lebih dekat dengan Allah. Dan menjadi lebih dekat dengan Allah, ada banyak sekali caranya. Jadi tidak perlulah kita membaca ayat seribu dinar (yang tidak ada tuntunannya ini) dan mengacuhkan cara lain untuk dekat dengan Allah dan memperoleh kekayaan. Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!