Belajar Ilmu Tajwid Supaya Bisa Baca Al Quran Dengan Lancar

0
669

Al Quran merupakan kitab suci umat islam. Kita harus selalu menjaga, mempelajari dan mengamalkannya. Di dalam Al Quran tertulis semua pedoman hidup manusia sehari-hari. semua hal tentang islam tertulis di Al Quran. Supaya selamat dunia akhirat kita harus berpedoman dan mempelajari Al Quran. Dalam membaca Al Quran, kita membutuhkan ilmu tajwid.

Apa Itu Ilmu Tajwid

Banyak orang yang bisa membaca Al Quran. Tapi hanya sedikit orang yang paham tentang ilmu tajwid. Mungkin anda juga belum paham itu tajwid. Kata tajwid berasal dari mashdar Jawwada yujawwidu artinya membaguskan. Dalam An Nasyr fil Qira’at Al ‘Asyr 1/210 Imam Ibnul jazari menjelaskan “ Tajwid adalah membaca dengan membaguskan pelafalannya, yang terhindar dari keburukan pelafalan dan keburukan maknanya, serta membaca dengan maksimal tingkat kebenarannya dan kebagusannya.

Selain itu dijelaskan mengenai ilmu tajwid itu sendiri, tajwid seperti sebuah penghias dari bacaan Al Quran. Dengan memakai tajwid kita akan memberikan urutan, hak-hak dan juga tingkatan huruf yang benar pada saat membaca ayat Al Quran. Selain itu akan membantu mengembalikan asal dari setiap huruf, sehingga lafadznya benar dan lebih indah. tidak berlebihan dan tidak diremehkan. Secara tidak langsung, tajwid sangatlah penting dalam membaca Al Quran.

Hukum Dari Ilmu Tajwid

Lalu apa hukum dari tajwid itu sendiri. kita wajib tidak memakai tajwid dalam membaca Al Quran. Syaikh Muhammad bin shalih al utsaimin suatu saat pernah bertanya, apakah kita diperbolehkan membaca Al Quran, tanpa berpedoman pada kaidah tajid” lalu beliau menjawab “ ya itu dibolehkan. Selama tidak terjadi lah atau kesalahan bacaan di dalamnnya. Jika terjadi maka wajib untuk memperbaiki lafadznya tersebut. Adapun tajwid hukumnya tidak wajib. Tajdwid itu untuk memperbagus hafalan saja, dan untuk memperbagus bacaan Al Quran. Tidak diragukan bahwa tajwid itu baik dan lebih sempurna dalam membaca Al Quran. Namun kalau kita katakan, barangsiapa yang tidak membaca Al Quran dengan tajwid maka berdosa ini adalah perkataan yang tidak ada dalilnya. Bahkan dalil tersebut menunjukan hal yang berseberangan.

Dari penjelasan diatas, kita tahu bahwa penggunaan ilmu tajwid tidak wajib. Kita tidak akan berdosa jika membaca tanpa tajwid. Asalkan pada saat membaca Al Quran tidak ada kesalahan bacaan. Dulu, Setiap orang memiliki gaya bahasa sendri-sendiri dalam membaca ayat Al Quran. Supaya tidak terjadi perpecahan akhirnya amirul mukminim utsman bin affan radhiallahu anhu, disatukan dengan satu qiraah yang sama.

Kita memang wajib mempelajari tajwid. Tapi membaca Al Quran tidak wajib untuk memakai tajwid. Tanpa tajwid kita tidak akan berdosa. Yang penting pengucapan huruf harakat dan lafadznya benar. Tidak ada pengucapan yang salah, karena bisa berubah artinya. Beberapa ulama memang pernah mewajibkan untuk memakai ilmu tajwid. Penggunana ini terjadi pada waktu tertentu saja, misalnya ketika membaca idghom, ikhfa, izhar dan masih banyak lainnya. Tajwid sendiri diciptakan untuk menghindari pembacaan Al Quran yang salah.

Hukum Bacaan Nun Mati/ Tanwin

Nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) jika bertemu dengan huruf-huruf hijaiyyah, hukum bacaannya ada 5 macam, yaitu:

Izhar  (إظهار)

Izhar artinya jelas atau terang. Apabila ada nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ)bertemu dengan salah satu huruf halqi (ا ح خ ع غ ه ), maka dibacanya jelas/terang.

Idgham  (إدغام)

Idgham Bighunnah (dilebur dengan disertai dengung)
Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) kedalam huruf sesudahnya dengan disertai (ber)dengung, jika bertemu dengan salah satu huruf yang empat, yaitu: ن م و ي
Idgham Bilaghunnah (dilebur tanpa dengung)
Yaitu memasukkan/meleburkan huruf nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ / نْ) kedalam huruf sesudahnya tanpa disertai dengung, jika bertemu dengan huruf lam atau ra (ر، ل)

Iqlab  (إقلاب)

Iqlab artinya menukar atau mengganti. Apabila ada nun mati atau tanwin(ـًـٍـٌ / نْ) bertemu dengan huruf ba (ب), maka cara membacanya dengan menyuarakan /merubah bunyi نْ menjadi suara mim (مْ), dengan merapatkan dua bibir serta mendengung.

Ikhfa  (إخفاء)

Ikhfa artinya menyamarkan atau tidak jelas. Apabila ada nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ /نْ) bertemu dengan salah satu huruf ikhfa yang 15 (ت ث ج د ذ س ش ص ض ط ظ ف ق ك ), maka dibacanya samar-samar, antara jelas dan tidak (antara izhar dan idgham) dengan mendengung.

Hukum Bacaan Mim Mati

Mim mati (مْ) bila bertemu dengan huruf hijaiyyah, hukumnya ada tiga, yaitu:ikhfa syafawi, idgham mim, dan izhar syafawi.

Ikhfa Syafawi  (إخفاء سفوى)

Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan ba (ب), maka cara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan.

Idgham Mimi  ( إدغام ميمى)

Apabila mim mati (مْ) bertemu dengan mim (مْ), maka cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasyidkan dan wajib dibaca dengung. Idgham mimi disebut juga idgham mislain atau mutamasilain.

Izhar Syafawi  (إظهار سفوى)

Apabila mim mati  (مْ)  bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (مْ) dan ba (ب), maka cara membacanya dengan jelas di bibir dan mulut tertutup

 

Pengertian Qalqalah

Menurut bahasa qalqalah artinya gerak, sedangkan menurut istilah qalqalah adalah bunyi huruf yang memantul bila ia mati atau dimatikan, atau suara membalik dengan bunyi rangkap. Adapun huruf qalqalah terdiri atas lima huruf, yaitu : ق , ط , ب , ج , د agar mudah dihafal dirangkai menjadi قُطْبُ جَدٍ

Macam-macam Qalqalah

Qalqalah kubra (besar)yaitu Huruf Qalqalah yang berbaris hidup, dimatikan karena waqaf. inilah Qalqalah yang paling utama, cara membacanya dikeraskan qalqalahnya.

Contoh : مَا خَلَقَ . أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ . زَوْجٍ بَهِيْجٍ .

Qalqalah Sugra (kecil)yaitu Huruf Qalqalah yang berbaris mati, tetapi tidak waqaf padanya,caranya membacanya kurang dikeraskan Qalqalahnya.

Contoh :   يَقْطَعُوْنَ     إِلاَّ إِبْلِيْسَ    وَمَا أَدْرَاكَ

 

Tanda-tanda Waqaf

Waqaf artinya berhenti, yaitu berhenti ketika membaca ayat-ayat Al-Qur’an baik di akhir ayat atau di pertengahan ayat.

ilmu tajwid

Oleh karena itu, sekarang kita jangan langsung menyalahkan bacaan orang lain, karena tidak sesuai dengan tajwidnya. Kalau mereka sudah memenuhi pembacaan Al Quran yang wajib dan benar itu sudah bagus. kita bisa membantu membenarkan kalau memang benar-benar ada yang salah. Jangan langsung menjudge dan meremehkan orang lain, sebagai umat muslim harus saling menghargai satu sama lain.

Kita sama-sama belajar untuk memahami dan mengamalkan Al Quran dengan lebih baik. saling membagi ilmu dan belajar ilmu tajwid bersama. Sekian artikel kali ini, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat buat anda.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!