Bahayanya Menggunjing Keburukan Orang Lain Yang Perlu Kaum Muslimin Ketahui

0
287

Sobat cahaya islami, manusia merupakan makhluk sosial. Maksud dari pernyataan tersebut yaitu bahwa seorang manusia pasti membutuhkan bantuan dari orang lain. Bahkan seorang manusia tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena hal ini, maka seorang manusia pasti melakukan interaksi dengan sesama. Dalam melakukan interaksi atau hubungan ini terkadang mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan di hati. Hal ini menjadi penyebab muncul kegiatan menggunjing orang lain. Padahal Bahayanya Menggunjing Keburukan Orang Lain Yang Perlu Kaum Muslimin Ketahui ini sangat besar dampaknya.

Bahayanya Menggunjing Keburukan Orang Lain Yang Perlu Kaum Muslimin Ketahui

Akibat Yang Terjadi jika Menggunjing

Pada dasarnya, definisi dari menggunjing adalah membicarakan keburukan orang lain yang belum tentu kebenaran maupun yang sudah terbukti kepada orang lain. Perbuatan menggunjing ini juga dikenal dengan menggibah. Dalam kajian islam menggunjing termasuk dalam perbuatan yang tidak terpuji. Bahaya menggunjing orang lain ini sangatlah mengerikan. Bahkan disampaikan Allah SWT lewat firmannya dalam Al Qur’an surah Al Hujurat ayat 12 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. [1]

Dalam surah Al Hujurat diatas dijelaskan bahwa seorang muslim yang membicarakan aib saudaranya maka ia akan mendapat dosa. Allah SWT telah melarang umat islam untuk menggunjing. Hal ini dikarenakan menggunjing tersebut hanya menduga-duga saja dan tidak ada faedahnya. Bahkan banyak sekali bahaya menggunjing orang lain. Berikut ini beberapa akibat atau bahaya dari menggunjing orang lain.

Memutuskan tali persaudaraan

Dalam kajian islam dijelaskan bahwa bahaya menggunjing orang lain yang pertama yaitu memutuskan tali persaudaraan. Seseorang yang membicarakan aib orang lain biasa akan merasa tidak senang dengan orang tersebut. Hal ini sudah menjadi salah satu jalan dari terputusnya tali silaturahmi. Dapat dipastikan jika ia bertemu dengan orang yang di gunjingnya, maka ia akan bersikap acuh. Lebih parahnya lagi pelaku gibah tadi tidak mau bertemu dengan orang yang dibicarakan keburukannnya. Dan lebih bahaya lagi jika kebenciannya tersebut ia tularkan pada manusia lainnya. Dengan demikian, maka ghibah ini bisa menjadi sebuah perbuatan yang amat tercela.

Menimbulkan permusuhan

Sebuah kegiatan menggunjing juga dapat memicu munculnya permusuhan. Seseorang yang suka menggunjing orang lain secara tidak langsung ia menyulut api permusuhan. Pelaku ghibah tersebut akan memiliki banyak musuh dari orang-orang yang telah ia gunjing. Selain itu seorang penggibah juga membuat suasana sekitar menjadi tidak tenang. Hal ini dapat terjadi lantaran perbuatannya tersebut membuat seorang manusia tidak akur dengan yang lainnya.

Mendapatkan dosa

Dalam kajian islam menjelaskan kerugian atau bahaya menggunjing orang lain berikutnya yaitu akan mendapat dosa dari Allah SWT. Menggunjing atau sering disebut dengan ghibah merupakan sebuah perbuatan yang terlarang. Bahkan Allah SWT tidak menyukai perbuatan tersebut. Nabi Muhammad SAW pun telah melarang umatnya untuk melakukan perbuatan dosa yang satu ini. Hal diatas sesuai dengan hadits berikut ini.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ رَاشِدٍ قَالَ جَلَسْنَا لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ فَخَرَجَ إِلَيْنَا فَجَلَسَ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ حَالَتْ شَفَاعَتُهُ دُونَ حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ فَقَدْ ضَادَّ اللَّهَ وَمَنْ خَاصَمَ فِي بَاطِلٍ وَهُوَ يَعْلَمُهُ لَمْ يَزَلْ فِي سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَنْزِعَ عَنْهُ وَمَنْ قَالَ فِي مُؤْمِنٍ مَا لَيْسَ فِيهِ أَسْكَنَهُ اللَّهُ رَدْغَةَ الْخَبَالِ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ الْعُمَرِيُّ حَدَّثَنِي الْمُثَنَّى بْنُ يَزِيدٍ عَنْ مَطَرٍ الْوَرَّاقِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ قَالَ وَمَنْ أَعَانَ عَلَى خُصُومَةٍ بِظُلْمٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] telah menceritakan kepada kami [‘Umarah bin Ghaziyyah] dari [Yahya bin Rasyid] ia berkata, “Kami duduk menunggu Abdullah bin Umar, kemudian ia keluar dan duduk bersama kami, ia lalu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang syafa’atnya menghalanginya dari mendapatkan hukuman di antara hukuman-hukuman Allah, maka sungguh ia telah menyelisihi Allah. Barangsiapa berseteru dalam kebatilan sementara ia mengetahuinya maka ia senantiasa berada dalam kemurkaan Allah hingga ia meninggalkannya. Dan barangsiapa mengatakan pada diri seorang mukmin sesuatu yang tidak ada padanya, maka Allah akan menempatkannya dalam perasan penduduk Neraka hingga ia keluar (meninggalkan) dari apa yang ia katakan.” Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Al Husain bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Umar bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [‘Ashim bin Muhammad bin Zaid Al ‘Umari] telah menceritakan kepadaku [Al Mutsanna bin Yazid] dari [Mathar Al Warraq] dari [Nafi’] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan maknanya. Ia menyebutkan, “Barangsiapa memberikan pertolongan dalam sebuah perselisihan dengan kezhaliman maka sungguh ia telah kembali dengan membawa kemarahan Allah ‘azza wajalla.” HR. ABU DAUD 3123 [2]

Cara Menghindari Kegiatan Menggunjing

Sobat cahaya islami, menggibah atau biasa disebut dengan menggunjing termasuk perbuatan yang tidak terpuji. Perbuatan yang satu ini tidak hanya berbahaya bagi pelakunya saja, akan tetapi bagi orang lain juga. Oleh karena hal ini, maka seorang muslim harus berusaha sekuat tenaga untuk menghindari perbuatan ghibah ini. Berikut ini terdapat beberapa kajian islam mengenai cara menghindari perbuatan menggunjing bagi kaum muslimin.

Selalu mengingat Allah SWT

Cara menghindari perbuatan ghibah yang pertama yaitu selalu mengingat keberadaan Allah SWT. Tanamkan dalam hati bahwa Allah SWT selalu mengawasi gerak-gerik kita. Dengan adanya kesadaran yang kuat ini, maka seorang muslim akan selalu berhati-hati dalam setiap ucapan maupun tindakannya.

Menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna

Sobat cahaya islami, kajian islam mengenai tips menghindari bahaya menggunjing orang lain berikutnya adalah menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Tanamkan dalam sanubari bahwa setiap manusia pasti memiliki kekurangan. Dengan menyadari hal ini, maka akan sangat membantu seseorang dalam menghindari perbuatan ghibah.

Sekian pembahasan artikel kajian islam kali ini tentang bahayanya ghibah. Semoga kita semua bisa terhindar dari sifat menggunjingkan orang lain. Aamiin.

[1] QS. Al Hujurat (49) ayat 12

[2] HR. ABU DAUD 3123

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!