Bahaya Sikap Angkuh dan Sombong yang Menghalau Hidayah Allah!

0
1193

Dilihat dari segi manapun, sikap sombong dan angkuh tidaklah memberikan kebaikan pada diri seseorang. Bahkan dengan bersikap sombong seseorang akan dipandang tidak baik oleh orang lain dan malah cenderung menebarkan kebencian dari orang lain kepadanya. Sebagai seorang muslim yang beriman dan beramal sholih, memelihara sifat sombong bukanlah pilihan. Karena kita tahu betul eksistensi kita di dunia ini adalah hina serta Allah tidak memandang tinggi rendahnya seseorang selain hanya lewat taqwanya saja. Sungguh hanya Allah semata yang berhak bersikap sombong. Bukan kita!

Yang paling parah nih, sikap sombong dan angkuh yang ada dalam diri kita ini ternyata bisa menjadi sebuah perisai penghalau hidayah dari Allah lho! Bagaimana penjelasan tentang hal tersebut? tim cahayaislam akan mencoba menjabarkan contoh-contoh kesombongan yang berbuah pada hilangnya hidayah dan pertolongan dari Allah.

Agama adalah nasihat dan kesombongan adalah pemicu hati untuk menolaknya

Agama adalah nasihat (الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ). Itulah satu kutipan yang bisa kita lihat di beberapa hadits riwayat Bukhari maupun Muslim dimana kita diingatkan oleh Rasulullah agar selalu mengingatkan satu sama lain sebagai saudara seiman. Nasihat bisa saja terdengar nikmat di telinga, namun ada kalanya juga nasihat terasa pahit dan tidak mengenakkan pada hati kita. Disinilah kesabaran kita diuji. Menerima nasihat baik, meskipun itu pahit lebih baik daripada tetap membiarkan diri pada kesalahan.

Bila seseorang memiliki sifat sombong dan angkuh. Biasanya dia akan cenderung mengabaikan dan meremehkan orang lain. Bisa dikatakan kesombongan adalah pemicu hati untuk menolak nasihat-nasihat kebaikan dari orang lain. Karena orang sombong tidak memiliki hati yang nrimo dan lapang dada yang dibutuhkan untuk bisa meresapi makna baik dalam sebuah nasihat.

Melihat kisah orang-orang sombong yang berakhir tragis dan mengenaskan

Bukti nyata bahwa kesombongan adalah sifat yang menjadi penghalang hidayah dan kebaikan dari Allah yang datang kepada kita bisa dilihat dari banyak cerita-cerita mencerahkan tentang orang-orang terdahulu. Contoh nyata yang sering dijelaskan dan muncul beberapa kali dalam Al Quran adalah kisah raja lalim Firaun yang merasa sombong hingga bahkan mengaku sebagai Tuhan semesta alam. Firaun dengan sombong melakukan tindakan semena-mena dan menghardik nabi Musa atas ajaran Allah yang dibawanya.

Lihat apa yang dilakukan iblis ketika menolak perintah Allah agar bersujud kepada Nabi Adam setelah diciptakan. Dia bersikap sombong dan angkuh karena merasa diciptakan dengan api yang lebih mulia. Lalu renungkan apa yang terjadi kepada mereka? – Iblis dihinakan oleh Allah hingga anak turunnya dijadikan ahli neraka yang kekal. Firaun disiksa oleh Allah dengan ditenggelamkan bersama bala tentaranya di laut merah.

Sabda Rasul agar kita menjauhi sifat sombong karena menjauhkan kebenaran

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالاَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبَانَ بْنِ تَغْلِبَ، عَنْ فُضَيْلِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ وَلاَ يَدْخُلُ النَّارَ يَعْنِي مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ إِنَّهُ يُعْجِبُنِي أَنْ يَكُونَ ثَوْبِي حَسَنًا وَنَعْلِي حَسَنَةً ‏.‏ قَالَ ‏”‏ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْجَمَالَ وَلَكِنَّ الْكِبْرَ مَنْ بَطَرَ الْحَقَّ وَغَمَصَ النَّاسَ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي تَفْسِيرِ هَذَا الْحَدِيثِ ‏”‏ لاَ يَدْخُلُ النَّارَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ ‏”‏ ‏.‏ إِنَّمَا مَعْنَاهُ لاَ يُخَلَّدُ فِي النَّارِ ‏.‏ وَهَكَذَا رُوِيَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ ‏”‏ ‏.‏ وَقَدْ فَسَّرَ غَيْرُ وَاحِدٍ مِنَ التَّابِعِينَ هَذِهِ الآيَةَ ‏: ‏رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ‏ ‏.‏ فَقَالَ مَنْ تُخَلِّدُ فِي النَّارِ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ

Dalam satu hadits panjang riwayat Tirmidzi 1999 diatas dijelaskan bahwa tidak akan masuk surga mereka yang ada kesombongan seukuran biji kecil di dalam hatinya. Dan di dalam hadits tersebut dijelaskan pula bahwa kesombongan adalah sikap menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Semoga dengan ini kita bisa menghilangkan sifat sombong dari diri kita ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!