Bagaimanakah Sikap LDII Terhadap Golongan Islam Yang Lain?

0
154

Indonesia merupakan negara yang majemuk. Dan juga terkenal dengan sebuah negara yang hampir sebagian besar penduduknya beragama islam. Negara telah memberikan wadah bagi umat islam yang ada di Indonesia ini untuk menyampaikan pendapat atau pun suaranya yang berhubungan dengan hal keagamaan. Salah satu wadah inspirasi tersebut dinamakan organisasi islam. Di Indonesia terdapat puluhan organisasi/golongan islam yang kesemuanya tersebar di seluruh penjuru nusantara. Sebut saja golongan atau organisasi islam yang cukup popouler di kalangan masyarakat yang sering dibicarakan dalam berita islam, seperti NU, Muhammadiyah, Wahabi, WU, LDII dan masih banyak lagi. Nah, diantara golongan tersebut ada beberapa golongan yang menjadi kontroversi di dalam masyarakat salah satunya adalah LDII. Apakah itu LDII dan bagaimanakah sikap LDII terhadap golongan islam yang lain? untuk menjawab pertanyaan ini, baiklah penulis akan mencoba sedikit membahasnya dalam ulasan kajian islam kali ini.

Bagaimanakah Sikap LDII Terhadap Golongan Islam Yang Lain?

Apakah LDII itu ?

Dalam berita islam dijelaskan LDII merupakan singkatan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia. LDII adalah sebuah organisasi islam yang didirikan pada tahun 1972 di Surabaya. Dahulu LDII ini dikenal dengan nama YAKARI dan berubah namanya pada tahun 1981 menjadi LEMKARI, dan baru pada tahun 1990 menggunakan nama LDII. Seperti organisasi islam lainnya, LDII juga mengajarkan kepada anggotanya untuk selalu berbuat kebaikan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan yang maha Esa. Walaupun terkadang ada perbedaan prinsip dengan golongan islam lain. Bagaimanakah sikap LDII terhadap golongan islam lain? tentunya sobat cahaya islami sangat penasaran bukan?

Menjadi hal yang lumrah apabila dalam organisasi terdapat aturan sendiri dan ajaran sendiri yang kadang berbeda dengan organisasi lainnya. Begitu pun dengan LDII. Ada beberapa pandangan, prinsip dan juga aturan yang berbeda dengan organisasi islam lainnya. Kemudian bagaimanakah sikap LDII terhadap golongan islam lainnya?

Dalam kajian islam diajarkan selalu mengajarkan hal kebaikan kepada umatnya. Salah satunya adalah menghormati adanya perbedaan yang ada. Semua umat islam yang ada di dunia ini satu pegangan yaitu Al Qur’an dan Al Hadits. LDII pun juga golongan islam yang berpegang teguh pada Al Qur’an Hadits, oleh karena itu apabila ada pertanyaan bagaimanakah sikap LDII terhadap golongan islam lain? maka jawabannya pastilah menghormati dan menghargai bentuk perbedaan yang ada.

LDII senantiasa menekankan kepada anggotanya dalam ceramah agamanya untuk selalu mengamalkan bahwa semua umat muslim yang ada di dunia ini adalah bersaudara. Dan hal ini sangat tepat karena telah sesuai dengan firman Allah :

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Q.S Ali Imron ayat 103) [1]

Selain itu tentang bagaimanakah sikap LDII terhadap golongan islam lain juga terjawab dalam Al Qur’an Surat Al Hujurot ayat 11. Yang mana dalam Al Qur’an tersebut dijelaskan bahwa meskipun terdapat banyak perbedaan, namun sesama umat islam tidak boleh saling menghina, menjelekkan dan memperoloknya. Dan anggota dari LDII sangat paham dan mengamalkan ajaran Al Quran tersebut.

Adapun bunyi surat Al Hujurot ayat 11 tersebut adalah sebagai berikut :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Q.S Al Hujurot ayat 11) [2]

Jadi sangat jelas bagaimanakah sikap LDII terhadap golongan islam lain yaitu tidak meremehkan, tidak menjelekan golongan islam lainnya namun berusaha menghormati, menghargai segala bentuk perbedaan yang ada. Juga senantiasa berusaha untuk menjalin kerjasama dengan golongan islam lain guna menegakan amar ma’ruf nahi munkar. Dan sudah selayaknya bagaimana sikap LDII menghormati golongan islam lainnya juga dapat diterapkan dalam organisasi islam yang lain.

[1] Q.S Ali Imron (3) ayat 103

[2] Q.S Al Hujurot (49) ayat 11

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!