Bagaimana Menghadapi Fitnah Media yang Semakin Gencar Hari Demi Hari?

0
411

Zaman sudah berubah. Yang awalnya dulu orang-orang hanya bisa mengetahui kabar dari daerah yang jauh hanya dengan menggunakan telegram atau menunggu tukang koran datang membawakan warta berita di pagi hari yang pastinya membutuhkan waktu yang cukup lama. Sekarang untuk mendapatkan berita dan mengetahui apa yang sedang terjadi di belahan dunia manapun. Kita hanya membutuhkan waktu sepersekian detik saja. Kita bisa mengakses internet dari smartphone dan gadet-gadget kita dengan sangat mudah dan cepat.

Hal ini sungguh menakjubkan melihat sebagaimana pesatnya perkembangan sistem informasi yang beredar di masyarakat. Tentu kita yang hidup di zaman sekarang banyak menemui kemudahan dan hal praktis lainnya. Terlepas dari hal tersebut yang tampak cerah dan menakjubkan. Advance teknologi memiliki sisi gelap yang juga mendatangkang kemelut dalam hidup kita.

Semakin mudahnya media dalam memberikan berita terkini, membuat sangat rawannya tersebar berita-berita hoax atau tidak benar yang membawa fitnah-fitnah beserta perpecahan diantara banyak orang. Tentu kita sebagai orang islam yang berpendidikan dan mengedepankan ketaqwaan kita kepada Allah haruslah berhati-hati agar tidak terhanyut dalam dalamnya fitnah yang tersebar melalu media-media tersebut. Gimana caranya? Al Quran dan Al Hadits sudah memberikan jawabannya:

Berhati-hati ketika mendapatkan berita dan tidak langsung asal dalam menyebarkannya

Ketika ada satu berita yang datang kepada anda. Entah dari penuturan seseorang atau dari seseorang yang membagikan berita tersebut lewat sosial media dan sejenisnya. Yang perlu kita lakukan pertama adalah berhati-hati dan meneliti terlebih dahulu apakah berita tersebut benar atau salah, bermanfaat atau tidak?

Allah sendiri dalam firmanya yang ternukil dalam surat Al Hujurat ayat 6 menyatakan bahwa kita harus berhati-hati dalam menerima berita. Kita harus menelitinya dengan detail agar kita tidak menimpakan suatu fitnah dan kerusakan pada suatu kaum hingga kita menyesal kemudian.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Dari ayat tersebut kita ditekankan agar melakukan kroscek kembali pada berita yang kita terima. Karena bisa jadi berita tersebut merupakan berita yang keliru atau bohong. Salah-salah kita malah melukai kehormatan seseorang karena ikut andil menyebarkan berita tersebut.

perintah Allah agar kita tidak mudah berburuk sangka 

Selain rawannya berita hoax yang bisa menciptakan kerusakan. Allah sendiri sebenarnya telah memberikan sebuah perintah agar kita tidak sembarangan berburuk sangka kepada orang lain. Hal itu karena berburuk sangka merupakan dosa dan akan mengarahkan kepada perpecahan ummat. Dalam surat Al Hujurat difirmankan oleh Allah dengan lafal Wala tajassasu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا

Larangan mencari-cari kesalahan orang lain ini beralasan dan memang harus dihindari sekuat tenaga. Rasulullah sendiri pernah menjelaskan konsekuensi siksa dari orang yang mencari kesalahan orang lain dalam satu hadits yang diriwayatkan dalam sahih Tirmidzi 1751.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ مَنْ صَوَّرَ صُورَةً عَذَّبَهُ اللَّهُ حَتَّى يَنْفُخَ فِيهَا يَعْنِي الرُّوحَ وَلَيْسَ بِنَافِخٍ فِيهَا وَمَنِ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ وَهُمْ يَفِرُّونَ بِهِ مِنْهُ صُبَّ فِي أُذُنِهِ الآنُكُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa barang siapa yang menguping perkataan orang lain (dalam rangka mencari info tentang kejelekan) sedangkan orang itu tidak tindakan itu. Maka di hari kiamat kelak dia yang menguping akan dituangi cairan tembaga panas keatas telinganya. Ngeri kan?

Nah, berhati-hati dan mencoba keras untuk tidak terjebak dalam lika-liku media zaman sekarang yang banyak menyebarkan fitnah adalah hal benar. Semoga kita menjadi orang-orang yang bisa selalu menjaga diri dari fitnah-fitnah media tersebut. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!