Bagaimana Agar Hidup Kita Tidaklah Merugi?

0
684

Merugi dalam bisnis yang bersifat keduniaan? Tidak jadi masalah lah, sobat bisa bangkit dan berusaha kembali untuk membuat kerugian itu berbalik menjadi lebih baik. Merugi dalam hal akhirat? Jangan sampai deh!! – Tentu kita sebagai orang islam yang mengaku beriman kepada Allah akan tahu bahwasannya kita hidup di dunia ini hanya sementara. Kehidupan dunia ini ibarat ‘mampir minum’ dan semua yang kita lakukan sebagai hamba Allah haruslah berorientasi pada kehidupan mulia nan kekal yang akan kita jalani di akhirat kelak.

Pastilah menjadi suatu hal yang sangat buruk bila dalam kehidupan kita yang sekali ini, kita menjadi hamba Allah yang merugi di akhirat kelak. Jangan sampai itu terjadi deh, karena di akhirat kelak kita tidak bisa memperbaiki kerugian kita tersebut menjadi lebih baik. Di akhirat hanya akan ada hisaban-hisaban dan konsekuensi yang menunggu atas perbuatan dan amalan kita di dunia ini. Lalu bagaimana caranya agar kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi tersebut? Simak beberapa tips dibawah ini deh:

Jangan Menjadi golongan Syetan yang merupakan golongan yang merugi

Dalam satu nukilan Surat An Nisa’ ayat 119, dikatakan bahwa barang siapa mengambil atau menjadikan syetan sebagai pelindung selain Allah, maka itu merupakan sebuah kerugian yang nyata.

وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا …

Maksud dari mengambil syetan sebagai pelindung ini memiliki banyak definisi. Banyak para ulama menyatakan bahwa maksud dari hal tersebut adalah menjadikan syetan dan perbuatannya yang cenderung menjauhkan kita dari Allah dan kebaikan. Hal ini menurut beberapa ulama menjadi sebuah wejangan untuk kita bahwa ketika seseorang banyak melakukan maksiyat (yang notabene adalah perilaku syetan), maka dia merupakan orang yang merugi.

Lebih banyak mempercayakan hidup kita kepada Allah

Poin kedua yang berisi mempercayakan hidup kita kepada Allah masih ada hubungannya dengan poin pertama yang berisi petuah agar kita jangan menjadikan syetan sebagai pelindung. Mempercayakan hidup kita kepada Allah disini bisa bermakna membiasakan kehidupan yang ‘tawakkal’ serta bisa juga bermakna menerima ketentuan Allah dengan lapang dada, ikhlas dan penuh kesabaran.

Dalam artikel tim Cahayaislam sebelumnya, kami juga pernah membahas perihal hakikat kesabaran yang sebenarnya DISINI. Sobat cahayaislam bisa membacanya dan memahami hal itu. Insha Allah dengan itu, kita bisa lebih mempercayakan hidup kita kepada Allah agar menjadi orang yang tidak merugi dalam hidup.

Jangan Sampai jadi pemilik timbangan Amal baik yang ringan

Dalam surat Al A’raf ayat 9, kita juga bisa menemukan kalimat “mereka itu adalah orang yang merugikan diri mereka dengan sendirinya” sebagai indikasi dari kehidupan yang merugi. Dijelaskan dalam ayat tersebut bahwasanya mereka yang mendapatkan kategori itu merupakan orang-orang yang memiliki timbangan amalan baik yang ringan. (Alias kurang dalam beramal sholih).

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ

Nah, itulah beberapa ulasan tips dan trik agar hidup kita tidak termasuk dalam kategori kehidupan yang merugi. Tiga poin yang diatas saling mengisi dan dengan berkesinambungan memiliki keterkaitan yang erat. Sebenarnya masih ada banyak sih tips membuat hidup kita di dunia ini tidak merugi. Mungkin insha Allah kami akan coba ulas di kesempatan selanjutnya. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!