Antara Jodoh Dan Ajal

0
990

Hidup adalah rahasia Ilahi, tak seorang pun dimuka bumi ini tahu akan takdir hidupnya. Sebagai orang yang beriman kepada Allah, kita harus yakin dan percaya pada takdir Allah. Sebagai manusia biasa, sejatinya kita hanya menginginkan hal baik saja yang terjadi pada diri kita yaitu antara jodoh dan ajal tapi sesungguhnya Allah lebih mengetahui segala sesuatunya. Dalam rangkaian peristiwa hidup yang terjadi, pasti ada kebaikan yang bisa kita petik dan menjadikannya pelajaran hidup. Ada hal-hal yang menjadi penantian bagi seorang manusia, yang mana kehadirannya pada waktu yang tepat hanyalah Allah yang tahu pasti, kita hanya bisa menunggu sambil berusaha, yaitu terus belajar dan memperbaiki diri.

Antara Jodoh dan Ajal

Sahabat cahaya Islam, seseorang yang telah mencapai umur dewasa sejatinya telah ada keinginan dihatinya untuk bertemu jodohnya agara segera bersatu dalam ikatan suci yaitu pernikahan. Baik laki-laki ataupun perempuan yang telah siap lahir bathin, tak bisa dipungkiri bahwa telah ada hasrat dihatinya untuk segera menikah, tapi kembali lagi bahwa perkara tersebut diluar kuasa kita sebagai manusia yang hanya bisa berusaha dan berdo’a agar segera dipertemukan dengan jodoh. Manusia hanya mengiginkan kebaikan yang terjadi dalam hidupnya, sehingga untuk hal tersebut dia akan berjuang sebaik mungkin untuk mendapatkan yang baik, tapi karena terlalu fokus pada urusan dunia terkadang kita lupa bahwa ada hal yang lebih pasti menjemput kita dan umur tidak menjadi jaminan kapan kita ajan dijemput, hal tersebut adalah ajal.

Jodoh

Jodoh adalah istilah yang menunjukkan kepada pasangan hidup. Pengertian ‘jodoh’ secara bahasa (semantik) adalah pasangan yang pas, atau pasangan yang sesuai di antara keduanya.  Secara terminologi, ‘jodoh’ adalah pasangan yang saling membutuhkan, atau pasasangan yang sesuai, cocok, untuk saling menerima dan memberi. Pengertian ‘jodoh’ menurut (agama) Islam, adalah pasangan (laki-laki dan perempuan) yang “telah ditetapkan” atau “disahkan” dalam ikatan pernikahan. Jodoh adalah yang juga dijelaskan dalam Islam, jodoh adalah rahasia Allah, siapa dan kapan kita bertemu jodoh, sesungguhnya hanya Allah yang tahu. Dalam menjalani hidup, kita harus selalu berprasangka baik kepada Allah dan juga selalu berusaha melakukan kebaikan agar kelak Allah juga mendatangkan kebaikan kepada kita. Allah berfirman,

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

“perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia.” (QS AnNur; 26)

Ajal

Ajal adalah maut, yaitu akhir hidup seorang manusia dimuka bumi ini. Kematian adalah masa depan yang pasti bagi setiap manusia, tua muda, kaya miskin, sehat sakit, kuat lemah, semua pasti akan dijemput oleh kematian. Umur tidak menjamin datangnya ajal, bukan orang yang lebih tua yang akan menghadap ajalnya terlebih dulu, bahkan anak kecil pun bisa saja menjemput ajalnya lebih dulu. Kita tak pernah tahu kapan ajal akan datang menjemput kita, kita hanya bisa berusaha untuk menjadi manusia yang baik agar akhir hidup kita juga baik.

Allah berfirman,

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” ( QS. An Nisaa’ : 78)

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula mendahulukannya (QS. Yunus: 49)”

Sahabat cahaya Islam, baik jodoh maupun ajal adalah rahasia Allah. Kita menginginkan jodoh baik dalam hidup kita maka kita harus terus memperbaiki diri, berusaha dan selalu berdo’a. Sama halnya jodoh, ajal pun seperti itu, kita menginginkan akhir hidup yang baik (chusnul khotimah) maka sudah seharusnya kita memperbaiki diri (beramal shaleh) agar baik akhir hidup kita. Semoga Allah selalu memudahkan kita dalam kebaikan, baik dalam urusan dunia maupun dalam urusan akhirat. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!