Allah itu Maha Adil: Kisah Dua Sahabat Karib Bani Israil

0
2278

Allah itu maha Adil! – Pasti sobat Cahayaislam masih familiar dengan perbedaan hukuman para koruptor dan seorang nenek yang mencuri singkong karena lapar beberapa bulan lalu yang santer di media kan? Alhamdulillah dalam carut marut hukum dunia yang diciptakan oleh manusia yang penuh dengan kepelikan ini, kita masih diberi keyakinan bahwa hukum Allah maha adil dan diatas segalanya.

Puji syukur kepada Allah, tim Cahayaislam beberapa waktu yang lalu bertemu dengan salah-satu sobat Cahayaislam yang mengikuti asrama kajian Syarah Asma’ul Husna yang diselenggarakan di Pondok wali barokah Kediri. Saat bertemu dan bertegur sapa dengan dia, kami sungguh terkejut bahwa sobat Cahayaislam yang satu ini menjadi lebih bijak daripada dirinya yang dahulu. Bahkan dia memberikan beberapa nasihat yang sejuk untuk kami semua. Salah-satu nasihat yang dia utarakan adalah: Allah itu maha Adil. Berikut ada kisah dua sahabat karib bani israil yang bisa menginspirasi tentang Allah itu maha adil.

Bagian Pertama: Sang Tukang kayu yang menakhlukkan Harimau

Dikisahkan pada zaman Bani israil, hiduplah dua orang sahabat karib yang sudah berpisah selama bertahun-tahun. Kemudian salah satu dari mereka (kita sebut saja rojul B) ingin bertemu kembali dengan sahabatnya. Hingga datanglah rojul B ini kerumah sahabatnya (rojul A). Sesampainya dirumah rojul A, rojul B tersebut bertemu istri sahabatnya yang memiliki sifat yang kasar dan galak. Sampai-sampai rojul B yang hanya berniat bertemu dengan sahabat karib kena batunya dengan dimarah-marahi oleh istri sahabatnya tersebut karena dikira orang jahat.

Setelah waktu berselang, muncullah rojul A dari hutan. Karena dia adalah seorang tukang kayu, rojul A ini bekerja sehari-hari dihutan. Namun ketika datang, ada sebuah keanehan yang terjadi. Hasil kayu tebangan rojul A ini tidak dipanggul olehnya sendiri, namun ada seekor harimau besar yang menggantikannya memanggul kayu-kayu rojul A tersebut. Sahabatnya (rojul B) terkagum-kagum atas kehebatan sahabat karibnya tersebut. Waktu terus berjalan hingga tiba waktu mereka berpisah kembali. Namun sebelum pergi, rojul B berjanji tahun depan dia akan singgah untuk menemui sahabatnya (rojul A) lagi.

Bagian Kedua: Sang Tukang kayu yang takut harimau

Setahun berlalu sejak perpisahan dua sahabat tersebut, kini tiba waktunya rojul B mengunjungi sahabatnya lagi. Ketika sampai dirumah rojul A, keadaan sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Kini dirumah sahabatnya tersebut ada seorang wanita yang baik dan lembut yang merupakan istri baru dari si rojul A. Dia melayani tamu (rojul B) dengan baik dan bersikap lemah lembut.

Setelah beberapa saat, muncullah rojul A dari dalam hutan. Namun kali ini dia tidak bersama seekor harimau yang memanggul kayu hasil hutan miliknya. Rojul A kini memanggul kayu tebangannya sendiri dibahunya. Rojul B bertanya kepadanya tentang harimau yang dulu memanggul kayu milik rojul A. Rojul A mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menakhlukkan harimau sekarang, bahkan dia takut kepada harimau.

Apa yang bisa dipetik dari kisah ini?

Allah itu maha adil! Rojul A, dalam keadaan memiliki istri yang pemarah dan keras dia diberi oleh Allah karunia bisa menakhlukkan harimau yang ganas di hutan. Lalu ketika dia memiliki istri baru yang lebih baik dengan sifatnya yang lemah lembut, dia kini tidak memiliki kefadholan menakhlukkan harimau lagi. Selalu ada hal lain yang diberikan oleh Allah kepada kita karena adilNya Allah.

Allah itu maha adil. Apa yang anda pikir baik untuk anda, belum tentu baik untuk anda. Misalnya anda melihat orang-orang yang tidak pernah beribadah dan maksiyat terus malah diberi kekayaan, namun anda malah terus-terusan kekurangan. Bisa jadi Allah sayang kepada anda, karena tak menutup kemungkinan dengan Allah memberikan anda kekayaan, maka anda akan tersesat jauh dari hidayah Allah. Pandangan Allah itu lebih mulia daripada pandangan kita semua (seperti yang pernah kami bahas diartikel kami yang lain, disini). Untuk itu kita harus selalu bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah. Semoga bermanfaat dan bisa dipetik hikmahnya ya kisah dalam artikel ini.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!