Al-Fatihah: Ayat Al Quran Pembuka Spirit Keislaman

0
638

Setiap kandungan ayat Al Quran mengajarkan bagaimana kita mampu menetapkan keyakinan hati agar dapat melaksanakan semua perintah Allah SWT dengan baik dan benar. Selamat dalam kehidupan di dunia dan akhirat adalah impian serta harapan bagi setiap orang umumnya dan setiap muslim di seluruh dunia. Agar kehidupan dunia dan akhirat tersebut dapat tercapai, maka kita dapat menemukan kunci dari Al Quran.

Dari sekian banyak ayat Al Quran adalah ayat-ayat dari surat Al-Fatihah yang memiliki kandungan makna istimewa dari surat-surat yang lain, selain itu juga mudah dipahami dari segala sisi karena Al-Fatihah merupakan satu kunci untuk berdialog dengan-Nya (mengingat Surat ini adalah merupakan syarat bacaan dari shalat). Mari kita bahas beberapa hal yang ada dalam surat Al-Fatihah.

Esensi keyakinan atas segala sesuatu adalah karena izin Allah

Yang pertama surat ini menjelaskan bagaimana kita memperoleh akidah yang sesuai dengan ketentuannya, yaitu mendahului segala hal dengan memohon rahmat Allah SWT. Basmallah adalah satu kalimat yang universal dalam islam. Kalimat ini banyak digunakan dalam berbagai hal, dan yang pasti kalimat pendek ini menyatakan intisari bahwa Allah-lah yang memegang izin atas segala hal.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut nama Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah dzat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya

Kesyukuran kepada Allah adalah substansi kehidupan

Sobat pembaca cahayaislam yang budiman, apabila kita belum menemukan kekhususan kehebatan hidup anugerah Allah dan kekhusyukan dalam hati ketika sedang mengerjakan salat, bisa jadi ini menunjukkan bahwa kita telah melupakan suatu nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

Kata Rabb dalam kalimat Rabbul-‘aalamiin tidak hanya berarti Pencipta Alam semesta, tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik, mengatur, menata dan menumbuhkan. Ayat Al Quran ini menunjukkan bahwa segala nikmat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Dia-lah Yang Maha Berkuasa di alam ini.

Pendidikan, penjagaan dan penumbuhan oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber berbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat.

Keterkhususan sekaligus Sifat universal Nikmat dari Allah

Pada waktu salat, ingat dan rasakan apa saja nikmat yang telah kita terima dari-Nya. Sedang ketika kita membaca ayat Al Quran dari Surat Al Fatihah yang ke-3 berikut:

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Menurut beberapa alim ulama dua nama Allah (Ar-rahman dan Ar-Rahim) disini memiliki konteks yang berbeda. Banyak alim ulama yang mengatakan bahwa Nama Ar-Rahman memiliki makna yang general, dimana anugerah Allah itu universal dan merata kepada seluruh makhluknya (tanpa memandang siapa).

Sedangkan nama Ar rahim lebih memiliki konteks anugerah secara khusus yang berupa hidayah dan taufik Allah kepada orang beriman. Nikmat ini sungguh luar biasa karena mengandung janji nikmat Allah kepada orang beriman yang tiada tara, yakni Surga Allah.

Terlebih lagi bukankah ayat Al Quran yang satu ini senantiasa mengingatkan kita akan kasih sayang Allah. Kasih sayang yang telah dijanjikannya baik di dunia maupun di akhirat. Berbicara tentang akhirat, biasanya rasa takut mendapat murka-Nya akan timbul, sehingga kita akan selalu memohon pertolongan dan perlindungan dari-Nya yang tersirat pada ayat ke-4

Peringatan dan pernyataan Allah tentang kekuasaanNya 

 مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Yang Menguasai hari Pembalasan

Ingatlah pada ayat ke-5 untuk selalu merendahkan diri bahwa kita adalah orang yang lemah dan tidak berdaya. Kita manusia selalu membutuhkan pertolongan dan perlindungan-Nya.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan

Dambaan atas petunjuk dan kesadaran mencari petunjuk Allah

Muslimin muslimah cahayaislam rahimakumullah, sering kali kita memohon petunjuk jalan yang lurus, kalaulah bukan Allah yang membimbing kita untuk mengerjakan amal saleh dan ibadah lainnya, niscaya kita akan disesatkan dalam kehidupan dunia.

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat

Kalimat, “Ihdinash shirathal musataqiim” (Tunjukilah Kami ke jalan yang lurus) menjadi permintaan utama setiap muslim kepada Rabbnya. Permintaan yang tidak egois karena bukan untuk diri sendiri tetapi untuk jamatul muslimiin yaitu Ummat Islam secara keseluruhan. Memohon yang terbaik dalam kehidupan adalah memohon nikmat hidayah yang nilainya jauh melebihi kebutuhan dan keinginan lainnya di muka Bumi.

Dengan membaca ayat ayat Al Quran di atas, kita sama saja berdoa kepada Allah dengan nama-namaNya yang baik. Surat Al-Fatihah mengajarkan kepada kita bagaimana berhubungan dengan Allah. Dari memuji dengan nama Allah terhadap kekuasaan dan kebesaran yang Dia miliki hingga berdoa memohon petunjuk-Nya. J

ika hati yang kita miliki mampu merasakan dan meresapi makna setiap kali membaca surat Al-Fatihah, insyaallah kita akan merasakan kebahagiaan melebihi kebahagiaan yang pernah kita rasakan sebelumnya. Oleh sebab itu, Umar bin Abdul Aziz selalu berhenti sebentar ketika membaca surat tersebut, antara satu ayat dengan ayat lainnya. Ketika hal ini ditanyakan kepada Umar, ia menjawab, “Aku sedang menikmati jawaban dari Tuhanku”.

Al-Qur’an al-Kareem merupakan cahaya ketuhanan yang Maha Agung, cahaya yang mampu menjadikan hati terang bagi yang membaca dan memahami pengertiannya. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang dapat merasakan dan memahami kandungan makna dari surat Al-Fatihah ketika membacanya, amiiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!