Ajaran Islam dan Intisari Kehidupan Sosial? Adakah Hubungannya?

0
1406

Agama Islam tidak melulu mengajarkan kepada umatnya seputar tata cara beribadah atau hukum halal harom yang menjadi boundary yang perlu diperhatikan oleh setiap pemeluknya. Sebagai orang islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, kita wajib menggali lebih dalam pada intisari-intisari yang diajarkan dalam dua pedoman mutlak orang islam, yaitu Al-qur’an dan Al hadits. Kita dituntut untuk berpikir cerdas dan bisa memahami esensi dari ajaran-ajaran dalam islam, tidak hanya mengkaji dan mencerna kajian secara mentah.

Tingkat kepahaman seorang muslim bisa dilihat dari seberapa baik dia bisa memahami ajaran yang dia kaji dan kemudian mempraktekkannya dengan cara yang benar. Dilain sisi kita juga dituntut patuh dan mentaati hukum yang telah kita ketahui pembahasannya tanpa berdalih dengan menggunakan beberapa alasan yang bisa dibilang menyiasati hukum. Dalam ajaran islam itu sendiri, bila kita jeli dalam pengkajiannya, banyak sekali ajaran dari Allah dan Rasul yang erat kaitannya dengan kehidupan sosial. Hari ini tim Cahayaislami akan menggambarkan hal tersebut dalam beberapa representasi pada artikel ini.

Puasa Ramadhan, bukan hanya bentuk Ibadah dengan menahan lapar dan dahaga, namun juga menjelaskan kepada kita arti kehidupan sosial!

Puasa dibulan Ramadhan misalnya, yang dalam waktu dekat akan segera kita lakukan. Dalam Al-Qur’an dan hadits, sobat Cahayaislami mungkin telah mengkaji hukum wajibnya ibadah ini dan bagaimana tata cara yang benar secara detail (insha Allah kami akan mengulasnya dikesempatan mendatang). Namun bila sobat Cahayaislam lebih dalam memahami intisari puasa itu sendiri, pasti anda akan mengerti bahwa ada arti yang sangat erat dengan kehidupan sosial kita. Ketika kita puasa kita tidak hanya menahan lapar dan dahaga, namun diajarkan juga untuk ikut merasakan peliknya hidup mereka para orang-orang yang kelaparan. Dari intisari itulah, kita kemudian diajak untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diberikanNya kepada kita sekaligus menjadi lebih peka kepada kehidupan sosial kita.

Ibadah Haji (bagi mereka yang mampu), zakat dan shodakoh yang cukup jelas menggambarkan pentingnya kepekaan kita terhadap kehidupan sosial

Didalam ajaran Islam kita mengetahui kewajiban zakat mal dan zakat fitrah yang harus dikerjakan. Hal ini bukan semata-mata suatu bentuk ritual wajib yang harus dilakukan tiap tahun. Intisari dari melakukan zakat dan shodakoh itu sendiri adalah mengajarkan kita untuk tahu cara berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

Sama halnya dengan ibadah haji yang juga merupakan salah satu rukun islam. Gelar haji pada kenyataannya dianggap sebagai gelar yang prestigius dan banyak sekali orang-orang islam yang dengan bangga menyatakan bahwa dirinya telah melaksanakan ibadah tersebut lebih dari satu kali, padahal lingkungan sosial yang ada disekitarnya masih belum bisa dikatakan makmur bahkan banyak kemiskinan dimana-mana dan banyak orang-orang yang menghadapi kesulitan dalam menyambung kehidupan. Dalam hal inilah kepekaan kita sebagai orang islam yang memahami intisari fungsi islam dalam kehidupan sosial mulai diuji.

Sebagai umat islam yang beriman kepada Allah, sudah selayaknya kita tidak boleh hanya menjadi orang-orang yang berpandangan bahwa agama hanya memiliki tujuan yaitu peribadatan ritual semata tanpa memperdulikan intisari dan makna tersirat yang sebenarnya tidak kalah penting. Marilah kita semua mulai lebih peka terhadap intisari dan fungsi agama islam dalam konteks sosial. Salam taqwa saudaraku.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!