Agar Ilmu yang Kita Pelajari Penuh Keberkahan?

0
364

Menuntut ilmu adalah suatu kewajiban bagi setiap orang islam. Terlebih ilmu dunia yang sangat penting perannya dalam menguatkan pilar kehidupan kita agar tidak tenggelam dalam tipu daya dunia yang fana. Bila kita mau mengunjungi beberapa majelis ilmu di masjid-masjid, di pondok pesantren, dan tempat-tempat menimba ilmu agama lainnya. Tentu kita akan bisa melihat banyak sekali orang-orang yang berjibun memenuhi tempat untuk menuntut ilmu. Meski demikian, belum tentu juga ilmu yang di dapatkan oleh mereka memberikan kebarokahan untuk mereka.

Lalu bagaimana agar kita tidak sia-sia dalam menuntut ilmu? Bagaimana cara agar kita bisa mendapatkan kebarokahan dari ilmu yang kita pelajari? Pertanyaan itu beberapa kali berlalu-lalang dalam kepala tim cahayaislam, sehingga kami memutuskan untuk mencari pencerahan dari beberapa alim ulama untuk mendapatkan tips dan trik agar hal itu terpenuhi.

Managemen Niyat dan Adab dalam menuntut ilmu

Menurut banyak para alim ulama yang kami tanyai perihal cara membuat ilmu menjadi penuh kebarokahan adalah dengan menggunakan managemen niyat dan adab menuntut ilmu dengan baik. Dalam hadits Arbain Nawawi yang pertama kita diberi nasihat sahabat Umar bin Khattab yang pernah mendengar Rasulullah SAW dalam sabdanya bahwa segala sesuatu hal yang kita lakukan itu sebenarnya tergantung kepada niyat kita, dan setiap diri akan mendapatkan apa yang kita kehendaki/niyati.

إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى.

Agar ilmu yang kita pelajari menjadi berkah, maka luruskan niyat kita terlebih dahulu. Meluruskan niyat ini harus dilakukan secara berkala. Karena memang hati manusia mudah berubah-ubah. Persembahkan selalu setiap aspek dalam diri kita untuk Allah, dengan begitu kita akan terbiasa hidup dengan hanya satu alasan: Allah.

Rasulullah sendiri telah mencontohkan sebuah doa agar selalu terarah kepada Allah. Hadits tersebut bisa kita intip dalam riwayat Tirmidzi 3587 (Kitabu da’waat). Doa untuk memohon kepada Allah dzat yang maha membolak-balikkan hati agar hati kita tetap diarahkan pada keta’atan dan keimanan kepada Allah.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Selain menata dan meluruskan niyat, kita perlu juga untuk menjaga dan me-manage adab-adab kita dalam menuntut ilmu. Banyak sekali adab-adab menuntut ilmu yang bisa anda pelajari dalam banyak riwayat hadits. Seperti contohnya menjadi orang yang rajin dan tidak malas dalam menuntut ilmu, mendengarkan dengan seksama kepada guru, berusaha memahami dan bertanya bila belum mengetahui atau faham, dan lain sebagainya.

Balut Proses belajar dengan istiqomah dan akhlakul karimah

Tips kedua terbanyak yang diberikan oleh alim ulama yang kami temui untuk menanyakan tips membarokahkan ilmu adalah dengan membalut proses belajar dengan dua hal mulia, yakni istiqomah dan akhlakul karimah. Menurut para alim ulama, bila seseorang menginginkan agar kita mendapatkan kebarokahan dalam ilmu yang kita miliki, maka dua hal ini tidak boleh dilupakan.

Istiqomah dalam ilmu ini bukan hanya sikap konsistensi yang dilakukan ketika sedang menuntut ilmu saja lho! Melainkan konsistensi ketika nanti sudah dalam tahap mengamalkan ilmu yang telah dipahami. Sedangkan akhlakul karimah sendiri akan menghantarkan seorang ahli ilmu pada sikap yang rendah hati dan selalu mawas diri. Tidak merasa besar dan tinggi karena ilmu yang dimiliki, namun lebih bersahaja untuk menebarkan ilmu dan kebaikan yang dimilikinya sebanyak-banyaknya sampai waktu yang tidak diketahui. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!