Adalah Orang yang Terpuji, Mereka yang Sholat dan Mengajak Sholat!

0
459

Indonesia adalah negara dengan pemeluk islam yang besar jumlahnya di dunia. Lingkungan masyarakat di Indonesia pula banyak yang mempergunakan norma-norma agama islam dalam kehidupan sehari-harinya, meskipun tidak secara mutlak. Salah satu hal baik di Indonesia mengenai islam adalah banyaknya masjid yang bertebaran dimana-mana. Seorang muslim di Indonesia tiada perlu bingung dalam mencari tempat sembahyang ataupun kelimpungan tentang dimana tempat yang nyaman untuk melaksanakan sholat.

Kendati demikian, dimana rumah Allah bertebaran diberbagai penjuru provinsi di Indonesia. Banyak masyarakat pemeluk islam malah menjadi malas dan kurang bisa memuliakan masjid. Banyak dari kita yang hanya bisa membangun masjid dengan begitu megahnya hingga menghabiskan dana puluhan milyar. Namun, disisi lain kita masih enggan bergegas ketika adzan panggilan sholat berkumandang. Kita masih memilih untuk bergelut dengan dunia dan melupakan Allah dan segala kekuasaan-Nya.

Hal ini tentu bukanlah sebuah hal baik. Padahal dalam sunnah Rasulullah kita diajarkan untuk segera bergegas bila adzan berkumandang. Mengambil air wudhu dan segera menghadap Allah dalam sholat kita. Ironisnya lagi, beberapa orang yang sudah rajin sholat ke masjid seolah acuh kepada mereka yang tidak mengindahkan perintah sholat. Mereka tidak berusaha mengajak saudara-saudarinya untuk ikut serta sholat berjamaah di masjid. Padahal, tahukah sobat pembaca cahayaislam? Bahwa mereka orang yang sholat dan mengajak kepada sholat adalah orang yang terpuji dimata Allah.

Allah memuji orang yang mengajak kepada sholat dalam Al Quran?

Sobat cahayaislam tahu nggak kalau Allah sendiri secara pribadi memuji kepada orang-orang yang mengajak sholat? – Hal ini digambarkan dalam sosok Ismail yang dijelaskan dalam surat Maryam ayat 54 sampai dengan 55:

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِسْمَاعِيلَ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَبِيًّا – وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا

Dalam dua ayat tersebut, Rasulullah diperintahkan untuk menceritakan tentang kisah Nabi Ismail kepada umatnya. Bahwa Ismail adalah seorang yang benar (Shodiqin) janjinya. Dia adalah seorang Nabi dan utusan Allah. Dia menyuruh (mengajak) kepada keluarganya untuk Sholat serta menunaikan zakat. Dialah orang yang diridhai disisi Tuhannya.

Dalam kalam Allah tersebut, Allah secara gamblang memuji sosok ismail dengan perbuatannya yang mengajak dan memerintahkan keluarganya untuk sholat. Dan Allah sendiri mengatakan bahwa Ismail merupakan hamba yang diridhai disisi-Nya. Jadi, secara tidak langsung Allah menyatakan bahwa orang-orang yang mau mengingatkan orang lain tentang pentingnya sholat adalah orang-orang yang benar dan diridhoi oleh Allah.

Orang yang lalai dalam sholat adalah mereka yang akan menemui kesesatan

Tidak berhenti disitu saja, di ayat selanjutnya Allah memberikan pernyataan kontras dari surat Maryam ayat 54 – 55 itu. Dimana orang-orang setelah Ismail merupakan orang-orang yang lalai dalam sholat. Dan di akhir ayat tersebut Allah menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang akan menemui kesesatan (Surat Maryam 59). Naudzubillahi mindzalik. 

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Nah, sobat cahayaislam yang ingin selalu berada dalam rahmat dan ridho dari Allah. Setelah mengetahui penjabaran singkat diatas, seharusnya kita bisa mengkoreksi diri kita sendiri. Apakah kita termasuk orang yang mengindahkan perintah sholat atau belum? Apakah kita termasuk orang yang sering mengajak dan mengingatkan orang lain tentang sholat atau belum? Semoga dengan ini kita semua diberi manfaat dan kebaikan oleh-Nya. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!