Adab Ketika Makan dan Makanlah Secukupnya

0
221

Assalamualaikum sahabat cahaya Islam, kali ini cahaya Islam akan berbagi kajian islam mengenai tips cerdas sukses mulia bagi sahabat semuanya yaitu Adab Ketika Makan dan Makanlah Secukupnya. Sahabat yang dirahmati Allah tentu menginginkan kesuksesan di dunia dan di akhirat bukan? Pasti jawabannya semuanya ingin sukses di dunia dan di akhirat. Sahabat yang budiman, sukses di dunia dan akhirat tidaklah sulit untuk dilakukan namun juga bukan hal yang bisa disepelekan begitu saja. Sahabat semuanya salah satu cara yang dapat sahabat gunakan untuk sukses di dunia dan akhirat adalah dengan tidak memubadzirkan makanan. Dalam ceramah agama dijelaskan hal kecil namun memiliki dampak yang luar biasa dalam menentukan kesuksesan sahabat semuanya.

Kajian islam mengenai tips cerdas sukses mulia kali ini akan diawali dengan pembahasan mengenai adab ketika makan serta makanlah secukupnya. Kita semua pasti membutuhkan makanan bukan? Yups benar sobat makan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh semua makhluk hidup, dengan makan makhluk hidup mampu melakukan aktivitas, dengan makan pula mahluk hidup dapat bertahan hingga saat ini. Lalu pernahkah sahabat semuanya memperhatikan adab ketika makan serta perintah untuk tidak membuang-buang makanan?

Untuk itu sahabat kami hadir dengan kajian islam mengenai tips cerdas sukses mulia yang bisa sahabat semuanya terapkan agar kelak sahabat bisa mencapai kebahagiaan di dunia serta di akhirat. Adapun tips lengkapnya dapat sobat simak dalam uraian berikut ini.

Adab Ketika Makan dan Makanlah Secukupnya

Adab ketika makan yang baik menurut tuntunan Rasul

Makan dengan bersama-sama

Tips cerdas sukses mulia yang pertama adalah makan dengan bersama-sama merupakan salah satu adab makan, dengan makan bersama-sama kita akan bisa saling berbagi dengan saudara maupun teman kita. Dengan adanya kegiatan saling berbagi tersebut maka kita akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Apabila kita makan dengan bersama-sama kemudian makanan yang kita miliki lebih dari cukup maka kita bisa memberikannya kepada yang belum mendapatkan makanan. Dengan hal kecil seperti ini sahabat sudah mengurangi celah untuk membuang-buang makanan atau dalam bahasa lain memubadzirkan makanan. Adab makan bersama-sama ini juga dijelaskan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim :

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ ح و حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامُ الِاثْنَيْنِ كَافِي الثَّلَاثَةِ وَطَعَامُ الثَّلَاثَةِ كَافِي الْأَرْبَعَةِ

Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Yusuf] Telah mengabarkan kepada kami [Malik] -dalam riwayat lain- Dan Telah menceritakan kepada kami [Isma’il] ia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Abu Zinad] dari [Al A’raj] dari [Abu Hurairah] radliallahu ‘anhu, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Makanan untuk dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan untuk tiga orang cukup untuk empat orang.” [1]

Diawali dengan membaca Bismillah

Tips cerdas sukses mulia yang kedua adalah makan diawali dengan membaca bismillah. Dalam sebuah hadits dijelaskan juga :

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ حَدَّثَنِي وَحْشِيُّ بْنُ حَرْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ أَصْحَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْكُلُ وَلَا نَشْبَعُ قَالَ فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ قَالُوا نَعَمْ قَالَ فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ قَالَ أَبُو دَاوُد إِذَا كُنْتَ فِي وَلِيمَةٍ فَوُضِعَ الْعَشَاءُ فَلَا تَأْكُلْ حَتَّى يَأْذَنَ لَكَ صَاحِبُ الدَّارِ

Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Musa Ar Razi] telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Wahsyi bin Harb] dari [Ayahnya] dari [Kakeknya] bahwa para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Beliau bersabda: “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda: “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.” Abu Daud berkata, “Apabila engkau berada pada sebuah pesta kemudian dihidangkan makan malam, maka janganlah engkau memakannya hingga pemilik rumah mengizinkanmu.” [2]

Dengan demikian sahabat apabila kita tidak menyebut nama Allah ketika hendak makan maka kita sendirilah yang menghalangi jalan untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Dan perlu sahabat ketahui bahwa dalam kajian islam syaitan-syaitan juga ikut makan apabila kita tidak mengucap asma Allah ketika makan, seperti dalam HR. Abu Daud :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ حَدَّثَنَا سِمَاكٌ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ فِي قَوْلِهِ { وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ } يَقُولُونَ مَا ذَبَحَ اللَّهُ فَلَا تَأْكُلُوا وَمَا ذَبَحْتُمْ أَنْتُمْ فَكُلُوا فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرْ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ }

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Katsir], telah mengabarkan kepada kami [Israil], telah menceritakan kepada kami [Simak], dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas], mengenai firman Allah: “Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya.” Mereka mengatakan; apa yang Allah sembelih janganlah kalian makan dan apa yang kalian sembelih makanlah! Kemudian Allah ‘azza wajalla menurunkan ayat: “Dan jangan kalian makan apa yang yang belum disebutkan nama Allah padanya.” [3]

Hukum memubadzirkan makanan adalah sebagai berikut :

Akan dibenci oleh Allah SWT

Sahabat yang dirahmati Allah tentu sahabat semuanya tidak ingin dibenci Allah kan? Oleh karena itu jangan sampai sahabat membuang-buang makanan, karena Allah sangat benci dengan perbuatan seperti itu, hal itu juga sesuai dengan hadits riwayat Bukhari :

حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الْمُسَيَّبِ عَنْ وَرَّادٍ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ وَمَنْعًا وَهَاتِ وَوَأْدَ الْبَنَاتِ وَكَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ

Telah menceritakan kepada kami [Sa’d bin Hafsh] telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Manshur] dari [Al Musayyib] dari [Warrad] dari [Al Mughirah bin Syu’bah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada kedua orang tua, tidak suka memberi namun suka meminta-minta dan mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan membenci atas kalian tiga perkara, yaitu; suka desas-desus, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.” [4]

Membuat Allah murka

Ketahuilah sahabat bahwa Allah SWT sangat benci dan bahkan murka kepada orang yang suka membuang makanan.

Bagaimana sahabat semuanya apakah sahabat masih ingin membuang-buang makanan? Jangan sampai ya sahabat kita menjadi umat dibenci serta dimurkai oleh Allah SWT. Sekian tips cerdas sukses mulia yang dapat kami sampaikan semoga dapat membantu sahabat semuanya sukses dunia serta akhirat.

[1] HR. Bukhori 4973 dan HR. Muslim 3835 (shahih)

[2] HR. Abu Daud 3272

[3] HR. Abu Daud 2435

[4] HR. Bukhori 5518 (shahih)

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!