3 Tipe Perbuatan Dzalim yang Harus Kita Hindari (Bagian 1)

0
538

Perbuatan dzalim – Secara terminologis para alim ulama mengatakan bahwa Dzalim memiliki definisi yakni meletakkan suatu perkara tidak pada tempatnya. Perbuatan zalim merupakan perbuatan menyeleweng dari aturan-aturan dan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Para alim ulama juga menambahkan bahwa perilaku zalim itu bertolak belakang dengan sikap adil. Dan jangan salah, melakukan kezaliman bukanlah hal yang patut dibanggakan. Namun kita harusnya takut dan khawatir pada perilaku ini karena berat ancamannya. Demikianlah itu mereka orang-orang zalim akan mendapatkan alas dan selimut tidur yang terbuat dari Api neraka kelak di akhirat (Surat Al- A’raf ayat 41).

لَهُمْ مِنْ جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ

Dari ayat tersebut diatas tampak jelas sekali bahwa Allah SWT sangat membenci orang-orang yang berbuat dzolim. Allah sendiri mencanangkan ancaman bagi mereka yang berperilaku demikian dengan dipersiapkannya selimut dan alas tidur yang berkobar dari api kelak di akhirat. Hiii, ngeri pokoknya!

Nah, terkait dengan pembahasan tentang perilaku dzalim. Menurut banyak ahli Al Quran dan Hadits menyatakan bahwa paling tidak ada 3 tipe perbuatan dzalim. Pada kesempatan kali ini tim cahayaislam akan mencoba menguak tipe perbuatan zalim yang pertama. Penasaran? Simak deh:

Perilaku zalim kepada Allah merupakan tipe kedzoliman yang pertama

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

Dari nukilan surat Al Baqarah ayat 165 diatas jelas sekali dikatakan bahwa mereka orang-orang yang berbuat zalim adalah mereka diantara golongan manusia yang menyembah para “persamaan-persamaan Allah” (musyrik). Di akhir ayat tersebut Allah berfirman sembari memberikan ancaman bahwa Allah-lah yang maha kuasa atas segala sesuatu (bukan persamaan Allah yang mereka sembah), dan niscaya siksa-Nya sangat pedih (kepada mereka orang-orang yang dzalim).

Tindakan kedzoliman seseorang kepada Allah tersebut juga dijelaskan dalam surat Huud ayat 101. Dimana Allah berfirman bahwa sungguh mereka-lah (orang-orang musyrik) yang telah menganiaya diri mereka sendiri (dengan menyembah selain Allah). Padahal sesembahan-sesembahan tersebut tidak memberikan kemudharatan ataupun kebaikan apapun untuk mereka.

وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَٰكِنْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ۖ فَمَا أَغْنَتْ عَنْهُمْ آلِهَتُهُمُ الَّتِي يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ لَمَّا جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍ

Marilah kita jauhi tindakan-tindakan yang mengarah kepada kemusyrikan

Musyrik merupakan dosa yang teramat besar. Seseorang yang melakukan hal ini tergolong fatal dosanya dan lepas keimanan dan label keislamannya karena telah menodai ikrar dari syahadat yang berisi persaksian bahwa tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah semata. Banyak praktik-praktik syirik di luar sana yang ternyata secara sadar atau tidak merasuk pada tradisi kehidupan masyarakat sekitar kita Lho!

Contoh beberapa perilaku musyrik yang banyak ditemui di kehidupan sehari-hari adalah dengan pergi ketempat orang-orang pintar atau dukun untuk meminta jimat atau meramal. Melakukan pemujaan dan ritual-ritual yang mengagungkan benda atau makhluk gaib selain Allah. Menyembah berhala dan mengkeramatkan pusaka dan tempat-tempat tertentu dengan memberikan sesajen dan ritual-ritual tertentu. Intinya adalah hal-hal yang dilakukan dan dipersembahkan kepada selain Allah itu termasuk musyrik. Dan itu termasuk tindakan dzalim yang dimurkai oleh Allah.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!