3 Hal Yang Tak Pernah Kembali

0
649

Hidup di dunia adalah perjalanan panjang yang tak tahu kapan akhirnya. Sebagai manusia, kita hanya dapat mengikuti alur kehidupan dengan sebaik mungkin. Allah menciptakan manusia di muka bumi adalah untuk beribadah. Sejatinya, manusia tak ada yang sempurna, kadang kala kita meraih sebuah prestasi tapi kadang kala kita juga mengalami kegagalan, itu bukanlah akhir segalanya. Berhasil tak lantas membuat manusia puas sehingga masih terus berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik lagi, gagal pun harus seperti itu, tak menjadi penghalang untuk maju, tak pantang menyerah, dan menjadikan kesalahan sebagai pelajaran agar tidak terulang dimasa mendatang.

Sahabat cahaya Islam, setiap manusia pasti ingin melakukan yang terbaik dalam hidupnya, suskes, bahagia, dan menjadi seorang hamba yang beramal shaleh. Dalam hidup ada beberapa hal yang harus kita pahami hakikatnya agar kita bisa menjadi manusia yang bijak dalam menempatkan segala sesuatunya. Rasa senang, kecewa, semangat, sedih, gagal, sukses, dan berbagai macam rasa lainnya yang selalu ada dalam lika liku kehidupan manusia. Hal-hal tersebut adalah bumbu kehidupan, sebagai orang beriman kita harus yakin dan percaya bahwa setiap yang terjadi pasti ada hikmahnya.

3 hal yang tak pernah kembali

Sahabat cahaya Islam, dalam hidup ini ada 3 hal yang tak pernah kembali, 3 hal tersebut sekali kita lewatkan maka tak ada gunanya kita menyesal, maka dari itu penting bagi kita untuk berlaku bijak.

Waktu

Manusia sangat memahami bahwa waktu adalah hal yang jika telah berlalu maka tak pernah kembali tapi masih banyak dari manusia yang melalaikan waktunya, melakukan hal yang tidak bermanfaat, lalai dalam urusan akhirat, dan membiarkan waktu berlalu begitu saja. Rugilah seorang manusia yang tidak memanfaatkan waktunya dengan sebaik mungkin. Rasulullah bersabda,

“manfaatkanlah yang lima perkara sebelum datang lima perkara yang lainnya: masa mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu senggangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimua.” (HR. Baihakki dari Ibnu Abbas)

Perkataan

Perkataan yang diucapkan oleh seseorang bukan lagi menjadi miliknya, sekali kata itu keluar dari mulutnya maka kata itu tak bisa kembali, maka dari itu sebelum berbicara sebaiknya dipikir terlebih dahulu agar bijak dalam berkata-kata. Kita tak pernah tahu kata mana yang menyakiti orang lain, janganlah kita mengucapkan kata yang dapat menyakiti orang lain karena kata tersebut tak dapat ditarik kembali.

Kesempatan

Kesempatan adalah salah satu hal yang tak akan pernah kembali jika telah berlalu, hanya penyelasan yang akan tertinggal jika kita membiarkan kesempatan yang baik pergi begitu saja. Kesempatan tak selalu datang dua kali, pepatah tersebut selalu terdengar bagi siapa saja. Ketika kesempatan datang kepada kita, apalagi kesempatan langkah, sebaiknya sebelum memutuskannya kita harus berpikir matang-matang, menimbang berdasarkan faedahnya, melihat sisi postifnya, dan tidak lupa kita harus berdo’a kepada Allah, meminta petunjuk akan keputusan yang akan kita ambil agar kita tidak salah dalam melangkah.

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الطَّنَافِسِيُّ، قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ عُثْمَانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏”‏ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ فَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا ‏.‏ وَلَكِنْ قُلْ قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ ‏”‏ لَوْ ‏”‏ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ ‏”‏ ‏.‏

“Rasulullah (ﷺ) berkata: ‘Orang yang beriman kuat lebih baik dan lebih dicintai kepada Allah daripada orang yang lemah percaya, walaupun keduanya baik. Upayakan untuk apa yang akan menguntungkan Anda, carilah pertolongan Allah, dan jangan merasa tidak berdaya Jika sesuatu menimpa Anda, jangan katakan, “seandainya saya melakukan ini dan itu, katakanlah” Qaddara Allahu wa ma sha’a fa’ala (yang telah ditentukan Allah dan apapun yang dia kehendaki, Dia melakukannya). “Karena (katakanlah) ) ‘Jika’ terbuka (pintu) terhadap perbuatan Setan.” HR. ibnu majah no 79 (sahih)

penjelasan dari hadits diatas yaitu Bersemangatlah mencari apa yang bermanfaat untukmu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah merasa lemah.

Sahabat cahaya Islam, menjadi manusia bijak adalah salah satu tantangan hidup di dunia ini. Janganlah kita berlaku sombong akan sesuatu, jika kita memiliki waktu luang tak lantas menjadikan kta bermalas-malasan atau melakukan hal-hal yang merugikan, juga ketika berada diposisi (jabatan) tinggi membuat kita dapat berkata-kata seenaknya (kasar) kepada bawahan kita, dan janganlah kita menyia-nyiakan kesempatan yang datang kepada kita. Semoga kita termasuk orang bijak dalam menjalani hidup dan tidak lalai pada 3 perkara tersebut.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!