Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Al quran diturunkan oleh Allah untuk Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Dan pahala membaca Al quran di Bulan Ramadhan tentu akan semakin berlipat, berbeda bila kita membacannya di luar Bulan Ramadhan. Turunnya Al quran diceritakan Allah dalam Surat Al-baqoroh ayat 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)

Dalam postingan cahayaislam.id sebelumnya, sudah dibahas amalan-amalan yang harus disukseskan ketika Bulan Ramadhan agar mendapatkan limpahan padala dari Allah, salah satunya adalah sukses dalam membaca Al qurannya. Nah, dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai pahala membaca Al quran di Bulan Ramadhan secara lebih rinci. Apa saja itu?

Allah melipatgandakan kebaikan sebagai pahala membaca Al quran di Bulan Ramadhan

Allah memberikan pahala sebanyak 10 lipatan di tiap hurufnya bagi orang yang membaca Al quran. Pernahkah, sobat cahayaislam menghitung berapa jumlah huruf dalam ayat-ayat yang telah dibaca? Bayangkan jika satu ayat saja ada 100 huruf bila dikalikan 10 maka pahala yang didapatkan menjadi 1000 kebaikan.

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barang siapa yang membaca Al quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu huruf dilipatkan semisal 10 kebaikan, aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.”(HR. Tirmidzi)

Pahala itu diberikan oleh Allah SWT bagi orang yang mau membaca Al quran diluar Bulan Ramadhan. Pahala membaca Al quran di Bulan Ramadhan Allah melipatkan kebaikan itu menjadi berkali-kali lipat sesuai kehendak Allah.

Untuk itu kita harus meningkatkan tadarus Al quran di bulan Ramadhan. Perlulah kita menetapkan target setidaknya dalam satu bulan ini kita bisa khatam membaca Al quran satu kali. Kalau mampu dua atau tiga kali atau bahkan 10 kali maka pahala yang diterima Inshaa Allah akan sangat melimpah ruah. Tapi tentunya dalam membaca Al quran harus ditata niatnya, jangan dijadikan sebagai ajang pamer. Pamer? Iya, yang dimaksud pamer disini kita menyebarkan atau bercerita pada orang lain tentang amalan membaca Al quran kita. Jika niatnya untuk memberikan motivasi bagi orang lain, itu adalah hal yang baik. Namun, niat demikian dengan pamer batasannya sangat tipis. Cukuplah hanya kita dengan Allah yang tahu, karena Allah lah yang akan memberi pahala bagi kita bukan orang lain. Dan dalam kita membaca, coba pahami dan hayati kandungannya agar keimanan kita pada Allah dapat meningkat.

Orang yang menghidupkan sunnah Nabi, maka dia akan dekat dengan Nabi kelak di Hari Akhir

Al quran adalah petunjuk bagi seluruh umat islam. Jika di Indonesia, pedoman yang dianut adalah UUD 45, maka bagi umat islam pedoman kita adalah Al quran dan Al-hadist. Di dalam Al quran terkandung 3 hal; perintah yang harus ditaati, larangan yang harus dihindari, dan cerita yang harus diyakini. Jika didalam hidup kita berpegang pada Al quran dan hadist maka hidup kita tidak akan tersesat.

Tadarus Al quran pada Bulan Ramadhan adalah salah satu amalan yang dikerjakan Nabi, dan ini menjadi sunnah yang sangat baik bila diamalkan. Barang siapa yang bisa menghidupkan sunnah Nabi, maka dia kelak akan menjadi teman Nabi dan dekat dengan Nabi di hari akhir. Selain itu, jika kita mengamalkan sunnah Nabi kemudian dicontoh orang lain maka dia akan mendapat kiriman pahala dari orang tersebut tanpa mengurangi pahalanya. Jadi, apa sobat cahayaislam mau dekat dengan Nabi di Hari Akhir nanti?

Allah Akan Memakaikan Mahkota Pada Orang Tua Kita Nanti di Hari Akhir

قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا لَوْ كَانَتْ فِيكُمْ فَمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِي عَمِلَ بِهَذَا فيقولان: بم أعطينا هذا؟ فيقال: بأخذ ولد كما للقرآن.

“Barang siapa yang membaca dan mengamalkannya, di hari Qiamat nanti orang tuanya akan dipakaikan mahkota yang sinarnya lebih indah dari sinar mentari yang menyinari rumah-rumah kalian. Dan keduanya (orang tua) berkata : “Sebab apa Ya Allah kami diberikan mahkota ini?” Allah menjawab : “Sebab anakmu telah membaca dan mengamalkan Al quran.”

Hadist ini memberikan motivasi bagi kita untuk semakin banyak tadarus dalam Bulan Ramadhan. Dengan semakin sering membaca maka kita dapat memahami kandungan Al quran secara lebih rinci dan bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidakkah kita ingin memberikan mahkota itu pada orang tua kita? Dan lagi semakin sering kita membaca akan semakin mudah bagi kita untuk menghafalkan Al quran. Menghafal Al quran memang tidak wajib hukumnya, namun Allah memberikan janji pahala yang sangat besar pada siapa yang dia mau menghafalkan Al quran salah satunya adalah dia akan dapat mengangkat derajat surga orang tuanya.

Itu tadi adalah beberapa pahala membaca Al quran di Bulan Ramadhan. Kita bisa membaca Al quran dimanapun selagi tempat tersebut layak untuk membaca, di bis, di mobil, di tempat kerja, sekolah, kuliah, dimanapun itu. Namun, yang harus diperhatikan, membaca Al quran pun juga harus dilakukan diluar Bulan Ramadhan. Dan dalam membaca usahakan juga untuk memahami kandungannya meski tak harus perkata. Dengan memahaminya Inshaa Allah kita akan semakin yakin kepada Allah. Jadi, sudah berapa juz yang dibaca hari ini?

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!